Apa ciri manajer yang baik? 10 kualitas untuk memimpin tim yang sukses

Headshot kontributor Alicia RaeburnAlicia Raeburn
12 Februari 2025
9 menit baca
facebookx-twitterlinkedin
Cek Templat
Tonton demo

Ringkasan

Manajer yang baik adalah komunikator yang hebat, pendengar yang aktif, dan pendukung yang luar biasa. Kabar baiknya, Anda dapat mempelajari sifat-sifat ini. Dari belajar untuk mendelegasikan hingga menyelaraskan pekerjaan tim dengan gol perusahaan yang lebih besar, kami akan menunjukkan 10 kualitas yang dimiliki manajer terbaik, dan kiat yang dapat ditindaklanjuti tentang cara mengembangkannya.

Dapatkah Anda menyebutkan satu tim olahraga sukses yang berkembang tanpa pelatih yang baik? Mungkin tidak. Sekalipun Anda memiliki pemain terbaik di liga, Anda memerlukan pemimpin yang kuat untuk menginspirasi, mendukung, dan memandu setiap tim yang sukses.

Hal yang sama berlaku untuk tempat kerja Anda. Tanpa pemimpin yang hebat, tim tidak akan berhasil—betapa pun kerasnya mereka bekerja. Sebagai manajer, tugas Anda adalah memandu tim, membuat keputusan terbaik, serta tetap terbuka dan fleksibel. Anda perlu menyeimbangkan kebutuhan individu ini dan tujuan yang lebih besar di tingkat perusahaan. Untungnya, Anda dapat mengembangkan keterampilan umum yang dibutuhkan untuk menjadi manajer yang efektif—dimulai dengan 10 kualitas ini.

10 kualitas manajer yang baik

Keterampilan manajemen tidak diajarkan di sekolah. Untuk menjadi manajer yang sukses, Anda perlu mengasah dan mengembangkan serangkaian kualitas baru. Tidak ada cetak biru yang harus diikuti—keahlian dan pengalaman unik Anda akan membantu memutuskan gaya manajer yang akan dikembangkan. Namun, mempelajari 10 kualitas yang dimiliki banyak manajer terbaik ini adalah titik awal yang bagus.

Baca: 11 gaya kepemimpinan umum (beserta cara menemukan gaya Anda sendiri)
Cara mengelola beban kerja tim secara efektif

Dalam ebook gratis ini, pelajari cara memprioritaskan pekerjaan agar tim Anda dapat membuat dampak yang lebih besar—dengan lebih sedikit sumber daya.

Dapatkan wawasan
Cara mengelola beban kerja tim secara efektif

1. Bersikap inklusif

Untuk membangun tim yang beragam, Anda perlu menciptakan budaya organisasi yang inklusif dan positif. Ketika setiap anggota tim merasa dihormati dan dihargai, Anda secara alami akan meningkatkan keterlibatan pegawai dan (secara default) menghasilkan pekerjaan yang lebih baik. Mungkin yang lebih penting, tim yang terlibat adalah tim yang lebih bahagia. 

Jadi, bagaimana cara menumbuhkan lingkungan kerja yang inklusif?

Dengan membangun kecerdasan emosional Anda. Mengembangkan kecerdasan emosional Anda menghasilkan kolaborasi yang lebih baik, hubungan interpersonal yang lebih baik, dan komunikasi yang lebih baik. Berikut cara membangun dan menggunakannya di tempat kerja:

  • Lakukan percakapan terbuka dan jujur dengan rekan tim tentang perasaan mereka di tempat kerja dan dengan tim.

  • Luangkan waktu untuk percakapan dan umpan balik guna menciptakan rasa aman.

  • Bantu rekan tim merasa diberdayakan dengan menghargai ide dan pekerjaan mereka.

  • Kenali kualitas unik setiap anggota tim dan berikan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian spesifik mereka.

  • Tetapkan norma kelompok yang mendorong seluruh tim untuk mempraktikkan inklusivitas.

  • Cari anggota tim yang memiliki jalur karier berbeda untuk mendapatkan beragam orang dan keterampilan yang bekerja sama.

Kiat pro: Ingatlah bahwa menciptakan lingkungan inklusif adalah proses yang berkelanjutan. Bagian dari proses ini adalah menetapkan dan menyampaikan norma kelompok sehingga tim Anda dapat mengikuti, tetapi upaya yang berkelanjutan akan membuat tim Anda nyaman dan jujur satu sama lain. Jika organisasi Anda menawarkan pelatihan tentang sinergi tim atau penyelesaian konflik, pastikan untuk ambil bagian dan terus belajar!

2. Tetapkan norma komunikasi

Sering kali, kesalahan proyek disebabkan oleh kesalahan komunikasi, bukan masalah kinerja. Jadi, komunikasi yang efektif sangat penting, baik untuk menyelesaikan tugas maupun meningkatkan semangat kerja tim

Untuk menyederhanakan percakapan, buat rencana komunikasi untuk tim Anda. Rencana komunikasi menentukan berbagai kanal komunikasi dan kegunaan masing-masing. Ini membantu anggota tim untuk tidak hanya mengetahui tempat berkomunikasi, tetapi juga cara berkomunikasi di setiap kanal.

Misalnya, rencana komunikasi Anda dapat terlihat seperti:

  • Gunakan Slack untuk pembaruan harian sinkron, pertanyaan singkat, atau obrolan grup untuk menjalin keakraban tim

  • Gunakan Zoom untuk rapat atau presentasi one-on-one. 

  • Kirim email untuk berkomunikasi dengan mitra atau pemangku kepentingan eksternal.

  • Gunakan Asana untuk berkomunikasi secara asinkron tentang manajemen proyek, menjadwalkan tugas, dan melacak progres proyek.

Kiat pro: Anda harus memahami cara tim berkomunikasi, baik secara individu maupun secara keseluruhan. Untuk mengukur apakah Anda berkomunikasi secara efektif, mintalah umpan balik. Umpan balik dan tinjauan kinerja adalah cara terbaik untuk memulai dialog terbuka tentang cara menjadi pemimpin yang baik bagi anggota tim.

Baca: Cara memberi dan menerima kritik yang membangun

3. Berlatih mendengarkan secara aktif

Aspek utama manajemen tim ini sering diabaikan karena terlihat sangat sederhana. Namun, mendengarkan lebih dari sekadar mendengar tim Anda, ini adalah sebuah keterampilan. Menjadi pendengar yang lebih baik akan meningkatkan komunikasi, mendorong kolaborasi, menciptakan koneksi yang lebih erat dengan rekan tim, dan membangun kepercayaan. 

Ada empat jenis mendengarkan: empatik, apresiatif, komprehensif, dan kritis. Untuk menjadi manajer yang lebih baik, fokuslah pada jenis mendengarkan empatik yang disebut mendengarkan aktif. 

Mendengarkan secara aktif berarti mendengarkan dengan maksud untuk sepenuhnya memahami apa yang dikatakan orang lain. Sebagai pendengar aktif, cobalah untuk tidak terlalu memikirkan pikiran atau tanggapan Anda sendiri; sebaliknya, prioritaskan pemahaman dalam tanggapan Anda. Ajukan pertanyaan terbuka untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang dibicarakan rekan tim, parafrase atau rangkum untuk memastikan Anda sepenuhnya memahami apa yang dikatakan, dan hindari gangguan atau multitasking.

quotation mark
Ketika rekan tim mengemukakan masalah yang perlu diselesaikan, renungkan kembali apa yang dikatakannya ('Yang saya dengar adalah...'). Terkadang hanya mendengar masalah yang disampaikan kembali menginspirasi seseorang untuk menyadari bahwa mereka sudah tahu jawabannya.”
Justin Rosenstein, co-Founder Asana

Kiat pro: Mendengarkan secara aktif yang lebih baik juga dapat membantu Anda menjadi lebih efektif dalam penyelesaian konflik. Selain memparafrasa dan merangkum apa yang dikatakan rekan tim, Anda dapat menambahkan sesuatu ke percakapan dengan menggunakan pernyataan "Saya". Menggunakan pernyataan "Saya" adalah cara terbaik untuk memusatkan pernyataan pada pengalaman Anda sendiri. Misalnya, Anda dapat mengatakan "Saya merasa umpan balik saya pagi ini tidak sesuai dengan Anda" daripada "Anda tidak mendengarkan saya."

4. Berdayakan tim

Komponen utama untuk membangun budaya organisasi yang kuat adalah memberdayakan dan menaruh kepercayaan pada Tim Anda. Budaya perusahaan yang baik mendorong motivasi dan meningkatkan retensi pegawai. Ini juga bagus untuk moral, yang meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

Untuk menunjukkan kepada tim bahwa Anda memercayai mereka, delegasikan tanggung jawab dan buat proses kerja yang kolaboratif. Hubungi dan minta umpan balik—baik tentang kinerja Anda maupun keberhasilan proyek. Mengetahui bahwa Anda menghargai pendapat mereka akan memperkuat kepercayaan mereka kepada Anda dan membantu mereka merasa lebih percaya diri dan berdaya guna dalam pekerjaan mereka. 

Kiat pro: Tunjukkan bahwa Anda menginginkan yang terbaik untuk tim dengan memprioritaskan aspirasi mereka jika memungkinkan, dan bertanggung jawab saat Anda gagal. Salah satu cara untuk menunjukkan kepada tim bahwa Anda peduli dengan perkembangan mereka adalah dengan mendukung mereka dalam membuat rencana pengembangan profesi. Dokumen ini sangat cocok untuk menentukan gol karier dan menjaga akuntabilitas diri. 

Baca: Apa itu rencana pengembangan profesi (PDP)? 6 langkah membuatnya

5. Jadilah tegas

Sebagai manajer, Anda bertanggung jawab untuk membuat keputusan yang memengaruhi seluruh tim. Untuk menghindari konflik saat membuat keputusan penting, Anda harus berkoordinasi dengan tim dan berkomunikasi dengan benar dengan: 

  • Memberi tahu tim tentang keputusan Anda sesegera mungkin. 

  • Memberi waktu kepada tim untuk memproses dan bereaksi—terutama jika keputusan Anda akan memengaruhi pekerjaan atau kehidupan pribadi mereka. 

  • Memberikan penjelasan dan konteks untuk keputusan Anda. Tim akan menghargai transparansi, dan ini sangat penting untuk membangun kepercayaan.

Kiat pro: Gunakan Kerangka Kerja dan praktik untuk mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan yang lebih baik. Misalnya, jika Anda memutuskan proyek mana yang harus diprioritaskan, Anda dapat menggunakan model pengambilan keputusan berbasis data yang menggabungkan semua fakta. Atau gunakan tangga inferensi saat Anda perlu menjelaskan alasan Anda mengambil keputusan tertentu. Uji berbagai metode dan model untuk mempelajari hal yang paling cocok untuk Anda dan Tim.

6. Bertanggung jawab

Tim Anda tidak sempurna, begitu pula pekerjaan mereka. Namun, pada akhirnya, Anda yang bertanggung jawab—yang berarti Anda harus bertanggung jawab atas setiap kesalahan yang terjadi. Ini disebut akuntabilitas, dan merupakan salah satu keterampilan kepemimpinan yang lebih sulit dipelajari. Sebagai pemimpin tim, Anda harus bertanggung jawab atas semua pekerjaan yang dilakukan, meskipun bukan Anda yang benar-benar menciptakannya. 

Ada sisi positifnya. Dengan memikul akuntabilitas atas kesalahan tim, Anda berkesempatan membantu mereka belajar dari kesalahan. Ini membangun kepercayaan, yang menunjukkan kepada tim Anda bahwa bereksperimen dan mengambil risiko kreatif itu aman. Pada akhirnya, begitulah cara ide terbaik lahir. 

Kiat pro: Akuntabilitas bukan hanya tentang mengambil sikap moral yang tinggi, tetapi juga merupakan cara tercepat untuk menemukan solusi. Pemecahan masalah akan menjadi salah satu peran utama Anda sebagai manajer, dan Anda tidak dapat memulai proses itu jika tidak mengakui adanya masalah. Setelah Anda bertanggung jawab, selami manajemen masalah untuk memastikan bahwa Anda menemukan dan menghentikan kesalahan serupa di masa mendatang.

7. Yakin

Menjadi manajer yang percaya diri akan menentukan gaya tim dan membuat mereka cenderung mengikuti. Meskipun Anda adalah manajer baru dan kurang berpengalaman, Anda dapat merujuk pada kerja keras yang membuat Anda berada di posisi saat ini untuk membangun kepercayaan diri dalam peran baru Anda.

Untuk membangun kepercayaan diri, identifikasi kekuatan Anda dan simpan catatan keberhasilan Anda. Jika ada periode waktu di mana Anda merasa kurang percaya diri, Anda dapat memberi diri Anda dorongan dengan melihat kembali keberhasilan Anda di masa lalu. Ini juga membantu untuk mengakui saat Anda berada dalam situasi sulit. Ketika Anda akhirnya mengatasinya, ucapkan selamat kepada diri sendiri. Situasi sulit itu dapat digunakan sebagai peningkatan kepercayaan diri (dan pengalaman) untuk masa depan.

Kiat pro: Anda juga harus menemukan cara untuk menunjukkan kepercayaan diri Anda pada kemampuan tim. Selalu siap memberikan panduan jika perlu, tetapi tunjukkan bahwa Anda yakin dengan kemampuan mereka dengan mempercayakan tugas penting kepada mereka. Adakan pertemuan 1:1 berulang dengan individu untuk memperkuat umpan balik positif, mengingatkan mereka tentang nilai yang mereka bawa ke tim.

Baca: Anda bisa: saran untuk manajer pemula

8. Kembangkan kemampuan beradaptasi

Tim mengandalkan Anda untuk memegang kendali, apa pun situasinya. Sebagai manajer, Anda bertanggung jawab menghadapi perubahan saat itu terjadi dan membantu Tim menyesuaikan diri. Menjadi lebih mudah beradaptasi akan membantu Anda tetap tenang saat masalah muncul, yang memungkinkan Anda mengambil keputusan yang lebih baik bahkan di masa-masa sulit. 

Kiat pro: Untuk menjadi lebih mudah beradaptasi, belajarlah untuk menerima perubahan. Mempraktikkan kesadaran penuh, menjaga pikiran terbuka dalam setiap situasi, dan secara rutin mendorong diri keluar dari zona nyaman adalah cara untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi. Dengan belajar untuk lebih mudah beradaptasi saat keadaan baik, Anda mempersiapkan diri untuk mengelola dan memimpin tim jika krisis muncul.

Baca: 6 Kiat Meningkatkan Kemampuan Beradaptasi di Tempat Kerja

9. Ketahui kapan harus mendorong (dan kapan harus berhenti)

Manajer terbaik melakukan dua hal: mendorong tim untuk berkembang dan mendukung mereka saat melambat. Untuk menghasilkan pekerjaan yang baik, Anda harus mencapai gol, KPI, dan OKR tertentu. Selain itu, menjaga agar tim Anda tetap termotivasi dan terlibat dapat membantu mendorong mereka untuk lebih kreatif dalam pekerjaan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pekerja merasa lebih burnout dibandingkan sebelumnya. Peran Anda adalah mengelola kedua aspek pekerjaan dan cukup memahami setiap pegawai untuk mengetahui kapan mereka perlu berupaya keras dan kapan mereka perlu istirahat. 

Kiat pro: Uraikan ekspektasi dan batas waktu dengan jelas sejak awal untuk menghindari miskomunikasi. Kemudian, simpan semuanya dalam satu sumber informasi terpusat sehingga siapa pun dapat merujuknya kapan saja. Ini membantu tim untuk merencanakan lebih awal, mengurangi kewalahan, dan tetap sesuai jadwal. Dan ingatlah untuk tetap fleksibel. Kebutuhan proyek Anda mungkin berubah atau seseorang mungkin perlu istirahat. Sediakan waktu ekstra ke dalam kalender proyek untuk memastikan ada waktu untuk bekerja dan beristirahat.

10. Bersikap jujur

Kualitas terakhir dalam daftar mungkin yang terpenting: jujur. Pada akhirnya, tim mengandalkan Anda. Mereka mengandalkan Anda untuk memandu, mendukung, dan menjadi juara mereka melalui pasang surut kehidupan kerja mereka. Transparansi membangun kepercayaan dengan tim dan membuat Anda bertanggung jawab, yang menunjukkan kepada semua orang bahwa Anda siap membantu mereka. 

Kiat pro: Menjadwalkan sesi umpan balik rutin menciptakan ruang yang aman untuk berbagi dan bersikap jujur satu sama lain. Alih-alih menyalahkan seseorang atas kesalahan yang mereka buat saat itu, Anda dapat menyusun tanggapan Anda agar lebih konstruktif selama peninjauan jadwal. Di sisi lain, kesempatan ini memberi pegawai kesempatan untuk bersikap jujur kepada Anda, yang merupakan cara terbaik untuk menjadi manajer yang lebih baik. 

Cara mengelola beban kerja tim secara efektif

Dalam ebook gratis ini, pelajari cara memprioritaskan pekerjaan agar tim Anda dapat membuat dampak yang lebih besar—dengan lebih sedikit sumber daya.

Cara mengelola beban kerja tim secara efektif

Kiat yang dapat ditindaklanjuti untuk membantu tim Anda sukses

Mengembangkan sifat-sifat inti kepemimpinan tidak terjadi begitu saja—Anda perlu mengambil tindakan. Kiat-kiat ini akan membantu Anda menerapkan kualitas kepemimpinan ke dalam tindakan, dan pada akhirnya, memandu tim Anda meraih kesuksesan.

Selaraskan gol tim dengan tujuan organisasi Anda

Salah satu hal paling berdampak yang dapat Anda lakukan sebagai manajer adalah memberikan konteks kepada tim tentang alasan pentingnya pekerjaan mereka. Riset kami menunjukkan bahwa saat tim memiliki kejelasan tentang cara kontribusi mereka memengaruhi tujuan organisasi, keterlibatan mereka berlipat ganda.

Sayangnya, hanya 26% pegawai yang memiliki pemahaman jelas tentang keterkaitan pekerjaan individu mereka dengan gol perusahaan dan hanya 16% yang merasa bahwa perusahaan mereka efektif dalam menetapkan dan mengomunikasikan gol ini. Mengetahui alasan langkah dan tugas tertentu penting untuk mendorong strategi, membuat produk, atau mengembangkan organisasi akan membantu tim merasa dihargai.

quotation mark
Ketika tim—sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai gol bersama—memiliki kejelasan, semua orang memiliki pemahaman yang jelas tentang semua yang perlu mereka ketahui tentang pekerjaan yang diperlukan untuk mencapai gol mereka secara efektif.”
Justin Rosenstein, Co-Founder Asana

Dengan memperjelas gol tim dan tujuan proyek, Anda memungkinkan mereka untuk mengetahui keterkaitan pekerjaan mereka dengan gol organisasi yang lebih luas. Membagikan informasi ini membantu memotivasi anggota tim untuk melakukan pekerjaan terbaik mereka karena mereka memahami cara mereka berkontribusi pada gambaran yang lebih besar. 

Untuk membantu mereka memvisualisasikan hubungan ini, gunakan alat pelacakan gol yang menunjukkan cara pekerjaan individu dan harian mereka berkontribusi pada gol jangka panjang atau misi perusahaan. Memahami tujuan secara konseptual dan benar-benar melihat hubungan itu terwujud adalah dua hal yang berbeda.

Delegasikan 

Manajemen mikro terjadi saat Anda mencoba mengontrol setiap bagian dari proyek. Sulit untuk tidak mencoba berada di mana-mana sekaligus saat Anda tahu Anda bertanggung jawab atas keberhasilan proyek. Namun, micromanaging dapat menyebabkan Anda dan anggota tim mengalami:

  • Penurunan kepercayaan 

  • Peningkatan rasa jengkel

  • Kurangnya keyakinan pada kemampuan mereka (dan Anda)

  • Burnout

  • Kehilangan gambaran umum

Kebalikan dari manajemen mikro adalah manajemen makro. Untuk menjadi manajer makro, berlatihlah mendelegasikan tanggung jawab kepada anggota tim Anda. Untuk mendelegasikan secara efektif, Anda harus terlebih dahulu memahami kekuatan dan kelemahan tim. Cobalah untuk mendelegasikan dengan cara yang sesuai dengan kekuatan anggota tim—dan gol mereka. Jika Anda dapat menyelaraskan kepentingan mereka dengan kepentingan tim, mereka akan merasa lebih mudah untuk menyelesaikan tugas mereka.

quotation mark
Jika seorang pemimpin tidak dipercaya, semua hal [keterampilan] ini tidak penting. Anda dapat mengajarkan etika kepada orang lain, tetapi tidak integritas. Selain itu, bahkan dengan pengajaran terbaik, Anda mungkin akan membuat kesalahan sampai Anda belajar cara menerapkan penilaian dan menyesuaikan apa yang telah Anda pelajari dengan konteks spesifik di depan Anda.”
Dustin Moskovitz, Rekan Pendiri Asana

Meskipun Anda tidak perlu bertanggung jawab untuk mengawasi setiap detail, pahami bahwa ada beberapa tugas yang tidak dapat didelegasikan. Untuk tugas-tugas itu, Anda perlu turun tangan dan memimpin.

Baca: Cara memimpin dengan contoh menurut seorang pemimpin Asana

Tetapkan gol dan ekspektasi yang jelas

Menetapkan gol yang jelas adalah salah satu cara paling efektif untuk mencapai kesuksesan. Anda bertanggung jawab untuk menjelaskan hasil yang diinginkan untuk proyek yang sedang dikerjakan tim. Makin jelas Anda menetapkan ekspektasi, makin mudah bagi Tim untuk mengikutinya. 

Gol SMART adalah format terbaik untuk digunakan saat menetapkan gol. SMART adalah akronim dari specific (spesifik), measurable (terukur), achievable (dapat dicapai), realistic (realistis), dan time-bound (terikat waktu). Gol ini jelas dan dapat dilacak, sehingga lebih mudah diukur saat dicapai (atau terlewatkan). 

Untuk melacak progres tim Anda terhadap gol proyek, Anda juga memerlukan sumber informasi terpusat. Perangkat lunak penetapan gol memungkinkan Anda menjadwalkan milestone dan membuat laporan status proyek dengan cepat. Laporan ini memberi tim Anda konteks yang dibutuhkan untuk sukses sekaligus memberi mereka kesempatan untuk berkolaborasi secara asinkron dan menyelesaikan tugas mereka.

[ilustrasi sebaris] ciri-ciri manajer yang baik (abstrak)

Manfaatkan alat kolaborasi

Perangkat lunak kolaborasi sangat berguna dalam meningkatkan produktivitas dan kinerja tim Anda. Perangkat lunak memungkinkan tim Anda untuk menentukan rencana, proses, dan progres pekerjaan dengan jelas, serta memungkinkan:

  • Lokasi terpusat untuk tugas penting sehingga setiap anggota dapat terus mendapatkan pembaruan tentang progres proyek secara keseluruhan 

  • Visibilitas di seluruh tim, yang memungkinkan setiap anggota untuk memahami alasan tugas mereka harus diselesaikan dengan cara tertentu atau pada waktu tertentu

  • Manajemen waktu —dengan menyederhanakan dan memusatkan pekerjaan, curah pendapat berubah menjadi konsep yang terbentuk sepenuhnya dengan lebih cepat. Anda dapat mencurahkan energi untuk mencari cara meningkatkan kualitas pekerjaan, bukan menjelaskan dan mendelegasikan tugas di tingkat individu. 

Perangkat lunak kolaboratif bukan pengganti mutlak untuk semua komunikasi di Tempat Kerja. Sebaliknya, perangkat lunak ini dimaksudkan sebagai alat tambahan untuk menyederhanakan proses kerja. Upayakan untuk tetap berkomunikasi dengan setiap anggota tim, dan juga berkomunikasi dengan semua orang sebagai grup.

Luangkan waktu untuk latihan membangun tim

Melakukan latihan pengembangan tim secara rutin tidak hanya untuk istirahat yang menyenangkan, tetapi juga kesempatan yang sangat baik untuk menciptakan ikatan yang lebih kuat dalam tim. Anda dapat menciptakan suasana ceria untuk semua orang dengan aktivitas singkat untuk mencairkan suasana sebelum panggilan atau menjadwalkan satu hari penuh untuk aktivitas pembangunan tim. Baik Anda mengatur aktivitas ini sendiri, menyewa tenaga profesional untuk mendapatkan masukan baru, atau mengajak tim Anda ke luar lokasi, pembangunan tim dapat meningkatkan kepercayaan dan mendorong kolaborasi di antara anggota tim.

Untuk memaksimalkan pembangunan tim, jadwalkan aktivitas selama jam kerja—tidak peduli seberapa besar kecintaan tim Anda pada pekerjaan mereka, aktivitas kerja yang menyenangkan sekalipun tidak boleh mengganggu waktu luang mereka.

Manajer yang lebih baik, pekerjaan yang lebih baik 

Setiap manajer memiliki gaya manajemen unik yang terlihat jelas dalam pekerjaannya dan itu bagus! Namun, kombinasi keterampilan komunikasi yang baik, kemampuan untuk mendelegasikan, dan kesediaan untuk memanfaatkan alat kolaborasi yang tepat akan membedakan Anda dari yang lain.

Cara mengelola beban kerja tim secara efektif

Dalam ebook gratis ini, pelajari cara memprioritaskan pekerjaan agar tim Anda dapat membuat dampak yang lebih besar—dengan lebih sedikit sumber daya.

Cara mengelola beban kerja tim secara efektif

Sumber daya terkait

Artikel

Apa itu Work Graph® Asana?